Pages

Sabtu, 28 Juni 2014

katanya dan nyatanya ny Neny Silvana

2012 pernah baca puisi ini dan langsung di copy di hp Blackberry dan hpnya hilang tahun lalu. sekarang baru dapat lagi hasil googling dan bakal post puisinya karna lagi alamin hal yang sama








Katanya aku bosan, aku jenuh
Nyatanya aku masih menunggu dan berharap
Katanya aku lelah, aku sakit hati
Nyatanya aku hanya sedih dan kecewa
Katanya aku tak sanggup, tak mampu
Nyatanya aku masih di sini dan setia
Katanya aku jera, aku takut
Nyatanya aku masih berani dan menuliskan namamu
Hatiku yang menunggu,
Hatiku yang masih siaga
Hatiku yang belum jera
Hanya aku yang sudah lelah,
Lelah memahami
Dan takut untuk bermimpi
Katanya aku  tak ingin terlihat lemah
Nyatanya aku hanya terlihat layaknya orang yang munafik
Aku sudah siap melupakan
Nyatanya hatiku yang tak sanggup.

i need friends



Pineap, please come back
Semenjak putus dengan kevin, aku jadi punya ide untuk sibuk-sibukin biar gak terjebak dalam adegan drama nangis-nangisan all day all night. Entah dalam bentuk apa, yang pasti harus sibuk to the max setiap harinya biar gak drama lagi seperti bulan pertama di tinggalin. Huhuhu. Beberapa list udah gue bikin. Ketemu nirmala, besoknya ketemu nanda, besoknya ketemu cika, besoknya ketemu risky dan anjrit.. spending time with only one friend doing itu ternyata gak enak kalo di jalanin terus-terusan. Akhirnya terjebak ke adegan drama lagi. Ngabisin waktu dengan teman, pulang, stuck on mikir kevin lagi. 

Aku coba sibuk-sibukin diri lagi. Selalu mencari apa yang bikin aku gak kepikiran masalah aku dan kevin lagi. Beruntung lagi prakerin punya jam kerja yang menyita waktu. Minggu pertama pindah di salah satu perusahaan komputer (sebetulnya tempat aku PKL sebelumnya bukan di Perusahaan Komputer yang sekarang aku tempati, melainkan di korem. Aku belum cerita ya? Hahaha ntar ya, not in the mood to tell you about it) aku langsung di tempatkan di stand pameran yang bertempat di Mega Mall, jadi ceritanya minggu pertama itu gak langsung adaptasi di kantor aslinya, tapi langsung di lempar ke tempat pameran laptop (sialnya masuk pas waktu itu lagi ada pameran laptop & hp gitu di mall) 

Kampret..!! seminggu dengan jadwal pergi kerja jam setengah sebelas pagi (menjelang siang) sampai dengan jam Sembilan malam gak berhasil bikin aku move on the mood yang drama-drama itu. Gimana bisa move on orang tiap harinya si singer yang sering menghibur pengunjung pameran bawain lagu galau mulu bahkan ada yang sempat nyanyiin lagu ipang yang liriknya ‘takan pernah ku berpikir berpaling dari mu, walau kesepian menyiksa’ FYI nih ya, itu lagu yang kevin kasih denger pake headphonenya waktu kita lagi bertengkar di rumahnya Alvin dan aku sok jual mahal gitu gak mau senyum di depan dia, padahal bukan Cuma pengen senyum tapi pengen langsung peluk dia waktu itu. Hihihihi. Tuh kan keinget kenangan lagi. Pokoknya gitu deh, seminggu di pameran bukan bikin aku senang tapi malah mellow-melow gak jelas di balik meja tiap dengar lagu galau bahkan sempat bikin insiden nangis pula. Rasanya pengen ku tabok pake laptop Samsung i5 trus kalo gak mempan bakal di lempar pake proyektor Hitachi keluaran terbaru. 

Ternyata jawabannya pineapple. Bukan Cuma jalan berdua dengan seorang teman tapi jalan berlima dengan kawanan bangsat tapi ngangenin. I need them. Aku ingat zaman SMP, tiap kali ada masalah pasti larinya ke mereka. Kita bakal bikin janjian gitu buat menghibur salah satu dari kami yang lagi kena masalah. Dan hasilnya yasudah pasti pas pulang rumah, hati seakan plong meski solusinya masalahnya harus di selesaikan. Ketika kalian bisa tertawa lepas dengan true friendsnya kalian, it feels like when something could go wrong and its okey. That’s why I need them to hang out with me, to hear what I feel and what ive been trough. 

But once again, life has changed. Sekarang kita SMA dan di antara kelima anggota pineapple gak ada satupun yang sama sekolahnya. Lima sekawan dengan lima sekolah yang berbeda.
Dan kevin lagi-lagi menang. Dia punya banyak teman dan dia bisa setiap minggu jalan dengan teman-temannya. Aku bilang gini jadi ingat percakapan kita dulu “rul, percaya deh. Jalan Cuma berdua atau bertiga sama teman itu gak seru. Lebih seru kalau lima orang bahkan lebih” and he exactly right. Emang betul dan aku nemuin itu di pineap bukan di tempat lain.
Kev, andai kamu tahu betapa susahnya aku untuk bangkit dari kamu. Andai kamu tahu bahwa setiap malam, sampai detik ini aku masih aja mikirin kita. Mikirin old conversation kita, mikirin silly things kita, mikirin tempat-tempat yang pernah kita kunjungi. Kev, kamu masih aja menetap di langit-langit kamar aku. Gak tahan kalau lihat shadow kamu trus tersenyum ke aku dan bilang ‘selamat tidur sayang, I smurf you’ ala-ala Edward Cullen yang diem-diem sering datang ke kamar Bella Swan di film Twilght gitu. 

Aku kangen kev dan sampai sekarang aku masih berusah untuk cari teman jalan bareng seperti yang kamu bilang dulu biar gak gampang stress.

#BookOfTheDay : A very yuppy wedding by Ika Natassa

Im in the mood of writing about the book that ive been read. Entahlah, but I feel Im in love with it. Biasanya, novel yang sering aku baca muter-muter di cerita cewe/cowo yang berjuang menembak cewe/cowo yang dia cinta. Tapi kalau yang satu ini, gaya ceritanya beda (wel, aku bilang beda karna belum pernah baca gaya seperti ini sebelumnya. Ya bisa jadi ada juga yang gaya ceritanya sama kayak ini ya kan?), jadi si (kakak, ibu, tante) Ika Natassa buat cerita bukan lagi masa-masa perjuang menyatakan cinta, melainkan sudah lewat tahap menyatakan cinta a.k.a pacaran dan menuju ke pernikahan.

Kenapa aku jatuh cinta pada novel yang satu ini? karna kedua pemeran utama yang ada dalam novel ini, karakternya sama persis dengan aku dan Kevin (sstt, sekarang udah berani nyebut namanya disini. I hope people who reads this gak tahu kevin yang mana, biar gak bahaya hahahaha) waktu kita masih pacaran. Lucu. Dua pasangan yang sama-sama egois, sama-sama keras kepala, sama-sama pencemburu dan sama-sama saling cinta. Banyak tantangan yang mereka berdua hadapi, mulai dari gak boleh pacaran dalam satu kantor karna atasannya udah tahu pasti kalo ada yang pacaran, pasti ada salah satu yang bakal minggat duluan dari perusahaan itu. Bosnya gak mau kehilangan orang-orang brilliant seperti adji dan andrea, maka tercetuslah ide gak boleh ada yang pacaran sekantor. 

Ketika aku baca paradigmanya andrea, berasa buku ini memang di dedicate untuk ku, hahaha. Dan yang pasti merasa seperti berkaca dan baru sadar sekarang setelah baca novel ini, betapa egoisnya aku dulu sama si Kevin. Nyesel banget ahh. Dan kalau lihat juga dari sudut pandangnya Adjie, kevin juga kayak gitu. Cool, berwibawa, kadang suka banyak ngomong kadang gak, dewasa. keras kepala, egois, kata-katanya gak bisa di tantang tapi kalo udah keluar tindakan yang bikin aku ‘meleleh’, segala sifat buruknya seakan gak penting lagi buat aku. Adji gak suka banget liat si andrea nangis, seperti kevin ke aku gitu deh. Dan masih banyak hal lagi yang bikin aku ngerasa bahwa novel ini memang untuk di dedicate to aku dan kevin. Hahahaha 

Mungkin bedanya Cuma satu, kalau di novel mereka berdua berhasil melewati segala tantangan dari dalam dan dari luar, kalau aku sama kevin (mungkin) gak sanggup. Well, we just stuck on 7th months like I said to you before.

Minggu, 01 Juni 2014

Ini lebih dari sekedar berpegangan tangan

Sudah dua minggu suasana hati ku tidak enak. Seperti kehilangan jiwa raga. Bagaimana tidak, cerita yang ku harapkan berakhir dengan bahagia ternyata harus berhenti di tengah jalan. Seperti seseorang yang menulis ceritanya tak sanggup lagi menghadapi halaman-halaman selanjutnya, kehabisan ide. Dua minggu yang lalu kami bertengkar hebat. Meskipun bertengkarnya hanya melalui SMS tetap saja menyesakan dada. Bayangkan saja jika kau dan pacarmu masih saling menyayangi tetapi harus berpisah karena sebuah perbedaan agama. Tetapi malam itu bukan soal perbedaan agama yang menjadi persoalan kami bertengkar. Kami bukanlah dua petinggi dari agama yang berbeda kemudian bertengkar karna sebuah perdebatan mana agama yang lebih baik. Bukan. Seperti pasangan-pasangan yang lainnya yang memperdebatkan hal-hal kecil dalam hubungan tapi bisa menjadi besar jika satu sama lain tidak ada yang mau mengalah. Kami bertengkar karna aku yang masih saja tak mau mendengarkan kata-katanya padahal itu sudah pasti baik untuk ku jika aku mengikutinya dan dia yang masih saja kekeuh dengan keputusannya yang mau hubungan itu di sudahi.

Malam itu benar-benar menyesakan dada.

Dimana diri ini ingin sekali mengatakan ‘jangan pergi’ tetapi dengan segala keterpaksaan harus mengetik kalimat ‘oke, im gone’ dan mengirimkan pesan teks itu kepadanya. Sakit bahkan terlalu sakit. Aku tahu lelaki itu masih menyayangi ku, tapi entah kenapa iya berani melepaskan ku.

Ini lebih dari sekedar berpegangan tangan dimana jika ada orang tua yang tau bahwa anaknya sudah tahu berpacaran mereka pasti akan biang ‘ciee, yang sudah bisa pegang tangan cowo/cewenya’. Kami menjalaninya bukan atas dasar ingin bepegangan tangan duhai bapak, ibu. Tetapi untuk ku, ada sesuatu yang lebih penting dari itu. Sesuatu yang jika kau merasakannya, maka bibir mu tak akan pernah berhenti tersentum. Cinta. Aku mencintainya bahkan sebelum aku memgang tangannya.

Dia memang lelaki berbeda. Dia lelaki yang berani sekali membuat aku tertawa sedetik kemudian membuat aku menangis. terlalu berharga untuk di lepaskan. Lelaki yang sampai sekarang masih memenuhi langit-langit kamar ku. Lelaki yang sampai sekarang masih ku jadikan tindakan-tindakanya sebagai sebuah contoh yang baik untuk aku ikuti. Dan lelaki yang meminta ku untuk meninggalkannya.

Malam itu benar-benar menyesakan dada.

Seminggu kemudian kami pergi ke rumah teman bermoduskan ingin membuat praktek IPA. Aku menangis, tak tahan lagi harus melihat wajahnya dalam situasi yang berbeda. Sudah tidak ada kata sayang yang memenuhi ruangan TV teman kami. Suasanya seperti di paksakan untuk tersenyum. Dia tahu apa yang ku rasa tanpa perlu ku jelaskan. Tiba-tiba saja dia berdiri di samping ku dan menanyakan ‘rul, kok nangis?’ dan memeluk ku dengan hangat. Aku rapuh tanpa mu, sayang.

Jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam, tugas praktek IPA kami telah selsai (lebih tepatnya kekurangan bahan, maka apa yang ada malam itu harus di kumpulkan besok meskipun tidak sesuai target). Kami berjalan sama-sama menuju depan jalan. Ia menemani ku menunggu angkutan umum. Pada malam itu, semua penjelasan pun akhirnya terbuka. Membuat suatu hal yang jelas terlihat. Dia menangis dan jangan kau tanya apakah aku menangis atau tidak. He tell me the truth.

“maaf rul. Kita emang beda. Aku seorang kristen dan kamu Seorang muslim” kemudian dia tersenyum dengan air mata yang berjatuhan di pipinya.

Mendengar ia berkata seperti itu membuat diri ini semakin lemah. Hati, pikiran dan mulut sepakat untuk tidak berkata apa-apa. Hanya air mata yang dapat mewakili kesakitan malam itu. Sebuah janji telah di lempar di langit malam. Membuat dua anak manusia kehabisan akal untuk bersatu kembali. Mereka bilang perbedaan itu menyatukan, ternyta tidak begitu. Tidak semua perbedaan itu menyatukan. Bahkan sebuah perbedaan bisa membuat dua anak manusia terpisah jauh. Teraniaya oleh sebuah kenyataan pahit.


Kisah cinta kami lebih dari sekedar berpegangan tangan. 
 

Template by BloggerCandy.com