Aku yang selalu cuek kepada mu
Aku yang selalu berpura-pura tidak peduli dengan apa yang
kau buat di dalam kelas
Aku yang selalu acuh dengan pembicaraan mu
Dan aku yang selalu kaku saat bertatapan dengan mu
Detak jantung
ini seakan ingin copot jika
berhadapan dengan mu
Diam-diam
aku selalu mencuri kesempatan untuk memperhatikan mu
Dan selalu
memalingkan wajah jika tertangkap basah oleh mu
Kau..
membuat ku seakan terbang ke langit ke tujuh
Kau.. seakan membuat ku buta..
Entah kenapa.. Semangat ku bersekolah hanyalah kau..
Walaupun aku sering jatuh sakit, aku memaksakan diri untuk datang
ke sekolah..
Walaupun nantinya jantung ini akan copot jika berbicara dengan mu atau berpapasan dengan mu secara
tidak sengaja..
Sejenak
ku tersentak saat ku dengar kau menyukai wanita lain..
Bodohnya
aku yang mengarapkan mu lebih..
Bodohnya
aku yang selalu bermimpi kelak kau akan menjadi milik ku..
Aku tau wanita yang jauh dari kata
cantik seperti diriku ini, tidak layak untuk bersanding dengan mu
Tapi.. tidak bisakah kau menyukai seorang gadis tidak
dilihat dari fisiknya, seperti kata mu bahwa kecantikan itu tidak di lihat dari
fisik seorang wanita melainkan hati dari seorang wanita itu sendiri? Tidak bisakah
kau mencintai ku karena hati dan ketulusan ku mencintai mu? Apakah yang kau
bilang bahwa kecantikan itu dilihat dari hati bukan dari fisik hanyalah untuk
menutupi tabiat mu? Tabiat bahwa kau adalah salah satu dari para pria yang
hanya ingin mencintai wanita berdasarkan tubuhnya?
Upaya ku adalah melupakan mu.. Namun entah kenapa semakin ku
ingin melupakan mu,bayang mu selalu hadir dalam hidup ku.. Inikah yang di
namakan cinta? Selalu memaksa ku masuk dalam ruang kebahagian dan mengijinkan
ku terbang ke langit ke tujuh bertemu dengan dewa-dewi langit. Kemudian menghempaskan
ku secara perlahan.. dan kemudian menyadarkan ku bahwa.. aku bukanlah wanita
yang kau pilih.
-H. Susanto-












